PravadaNews – Kebutuhan kajian biodiesel 50 persen (B50) mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta dukungan riset Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk menyiapkan kebijakan energi nasiona.
Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP Rahmat Widiana menjelaskan, pembiayaan penelitian berjalan melalui skema inisiatif dan seleksi terbuka. Dimana kinerja BPDP 2025 mencatat pendapatan Rp33,24 triliun dan realisasi penelitian Rp115,29 miliar.
“Riset inisiatif itu adalah riset yang diminta oleh komite pengarah. Kalau ada kebutuhan terkait penugasan kementerian atau lembaga, mereka bisa memintakan riset ke kami,” kata Rahmat saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/7)
Adapun BPDP bersama Kementerian Pertanian serta ESDM menyiapkan kajian kesiapan B50 sejak 2024. Kajian tersebut mencakup teknis, fiskal, keterjaminan pasokan, permintaan, dan ekonomi.
“Salah satu contoh untuk B50 itu memang permintaan dari ESDM. Kebutuhannya memang seperti itu, lalu kami eksekusi,” terang Rahmat.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pengujian teknis telah dilakukan sebelum penerapan B50. Uji coba mencakup kendaraan angkutan, alat berat, kapal, kereta api, dan mesin pertanian.
“Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari Kementerian ESDM yang dipimpin oleh Ibu Dirjen EBTKE Prof. Eniya. Hasilnya sangat menggembirakan,” jelas Bahlil di Jakarta, dikutip (19/7/2026).
Kementerian ESDM mencatat kadar air B50 lebih rendah dibandingkan B40 berdasarkan hasil pengujian. Pengujian juga dilakukan pada berbagai kendaraan dan peralatan operasional untuk menilai kesiapan penerapannya.
Sehubungan dengan itu, penerapan B50 diproyeksikan meningkatkan kebutuhan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari 15,2 juta menjadi 16,3 juta ton. Pemerintah juga memperkirakan penghematan devisa mencapai Rp170 triliun sekaligus menghentikan impor produk solar.
Seperti diketahui, B50 mencampurkan 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen bahan bakar solar. Program tersebut diarahkan memperkuat ketahanan energi, memperluas pasar CPO domestik, dan mengurangi ketergantungan impor.















