Direktur PT Tynergy Technology Group, Yan Purba saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Pusat. (Dok. Intan Afrida Rafni).

Beranda / Ekonomi / Separuh Produksi Baterai Batam Ditargetkan untuk Ekspor

Separuh Produksi Baterai Batam Ditargetkan untuk Ekspor

PravadaNews – PT Tynergy Technology Group mengincar pasar Amerika Serikat (AS) untuk memasarkan baterai yang akan diproduksi di Batam, Kepulauan Riau. Perusahaan menyebut telah memiliki perjanjian dengan AS dan menargetkan sekitar 50 persen produksi baterainya untuk ekspor.

Direktur PT Tynergy Technology Group, Yan Purba mengatakan, perusahaan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak di sektor energi surya di Amerika Serikat. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pemasaran produk baterai.

“Oh, kami bawa offtake dari Amerika. Jadi sebenarnya kita sebagai Tenergy sudah ada banyak offtake yang dari Amerika,” ujar Yan saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Selain itu, kerja sama juga sudah terjalin dengan SunPower serta sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit dan pemanfaatan energi surya.

Yan mengatakan, perusahaan menargetkan pembagian produksi yang seimbang antara pasar ekspor dan pasar domestik. Dengan demikian, sekitar separuh produksi baterai akan dipasarkan ke luar negeri, sedangkan sisanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kita akan mudah-mudahan setengah ekspor, setengah tinggal di dalam negeri. Ya, untuk Indonesia,” kata Yan.

Pengembangan pabrik baterai tersebut dilakukan melalui kerja sama PT Tynergy Technology Group dan Wiraraja Group. Kedua perusahaan tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan industri baterai di Indonesia, termasuk untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mengatakan investasi pada industri ini menunjukkan, Indonesia masih menjadi tujuan yang menarik bagi investor. Apalagi dalam pengembangan ekosistem baterai.

“Kita sangat concern dan sangat konsisten mengembangkan ekosistem baterai,” kata Sarmuji.

Lebih lanjut, Sarmuji pun menjelaskan, baterai yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kendaraan hingga pusat data dan pengembangan energi baru terbarukan.

“Nanti hasil dari pabrik ini menghasilkan baterai yang utilisasinya sangat beragam. Bisa mobil, bisa data center, bahkan bisa dipakai energi baru dan terbarukan, pengembangan listrik berbasis surya dan lain sebagainya,” jelas Sarmuji.

Adapun nilai investasi tahap awal pengembangan industri baterai tersebut mencapai 500 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 8 triliun hingga hampir Rp 9 triliun.

Pengembangan pabrik baterai di Batam diharapkan dapat memperkuat industri manufaktur nasional sekaligus membuka peluang pemasaran produk Indonesia ke pasar internasional.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *