PravadaNews – Beban mencari nafkah sekaligus mengurus keluarga membuat Winnie, ibu tunggal yang diperankan Sigi Wimala, kesulitan berkomunikasi dengan anak.
Dalam film drama keluarga Desember Jani, Winnie berusaha menjaga keluarganya di tengah masalah yang jarang dibicarakan secara terbuka.
Menurut Sigi, Winnie bukan ibu yang mengabaikan anak. Namun, tekanan dan kelelahan membuatnya tidak lagi mengetahui cara menunjukkan kepedulian.
“Winnie bukan ibu yang tidak peduli. Ia adalah ibu yang kecapean dan sudah tidak tahu lagi caranya. Saya rasa banyak orang tua di Indonesia akan terdiam sejenak saat melihat diri mereka di karakter ini,” jelas Sigi melalui keterangan resmi yang diterima, Selasa (21/7/2026).
Selain menggambarkan beban seorang ibu tunggal, peran tersebut mengingatkan Sigi terhadap kedekatan dalam keluarga tidak selalu diikuti komunikasi yang baik.
Pasalnya, rumah yang dianggap sebagai tempat paling nyaman terkadang membuat seseorang berbicara tanpa mempertimbangkan perasaan anggota keluarga lain.
“Ini juga reminder untuk saya sendiri, karena merasa nyaman di rumah, kita sering bicara seenaknya tanpa sugarcoat dan itu menyakitkan. Kadang kita bisa menjadi paling jahat justru kepada orang yang paling dekat dengan kita,” lanjut Aktris tersebut.
Pada saat yang sama, pemerintah menempatkan keluarga sebagai lingkungan pertama bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dalam HAN 2026.
Tema ini menekankan perlindungan anak sejak lingkungan terdekat, termasuk dengan menyediakan ruang aman bagi mereka untuk menyampaikan pengalaman dan kebutuhan.
“Anak Indonesia hari ini adalah subjek pembangunan, bukan sekadar objek, pembangunan yang berdampak pada anak tidak dapat dirancang tanpa mendengarkan suara anak. Suara anak bukan pelengkap, tetapi merupakan bagian dari hak anak yang wajib dipenuhi negara,” tutur Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Rini Handayani dalam sosialisasi daring, dikutip Kamis (23/7).
Rini juga meminta suara anak tidak hanya didengarkan saat peringatan tahunan. Baginya, aspirasi mereka perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan program dan kebijakan pemerintah.
Karena itu, pengalaman Sigi WImala sebagai Winnie menunjukkan kepedulian orang tua perlu disampaikan melalui komunikasi yang memberi anak kesempatan untuk berbicara dan didengarkan.















