Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: IHSG)

Beranda / Ekonomi / Awal Pekan IHSG Menguat 15 Poin

Awal Pekan IHSG Menguat 15 Poin

PravadaNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (12/10/2026) dengan bergerak di zona hijau, menguat 15,56 poin atau melaju ke level 6.109,32 setelah menutup perdagangan akhir pekan lalu di posisi 6.093.

Namun, momentum positif pasar saham domestik diperkirakan mulai diikuti fase konsolidasi wajar, menyusul penguatan sebesar 1,04 persen yang dicatatkan bursa pada akhir pekan.

Di tengah dinamika tersebut, proyeksi teknikal Phintraco Sekuritas menjadi salah satu acuan untuk mencermati arah pergerakan indeks, sementara Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memperkuat transparansi pasar melalui penyediaan data kepemilikan saham yang mencakup 39 klasifikasi.

Perkembangan ini menjadi sorotan pelaku pasar dalam membaca peluang dan risiko investasi di tengah pergerakan IHSG pada awal pekan.

“Secara teknikal IHSG diprakirakan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 6.000-6.215 pada pekan ini. Namun, perlu diwaspadai dampak kenaikan harga minyak dan perluasan cakupan saham High Shareholding Concentration (HSC),” sebut Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas, Senin (12/10/2026).

Tim Phintraco memaparkan potensi risiko likuiditas dari implementasi aturan perluasan portofolio konsentrasi tinggi tersebut.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperluas cakupan emiten berkapitalisasi pasar di atas lima triliun rupiah.

“Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan jual terhadap saham yang masuk dalam daftar itu dalam jangka pendek,” sebut Tim Phintraco lagi.

Harga minyak mentah dunia berpotensi kembali melonjak akibat eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah.

Serangan kelompok Houthi ke bandara Arab Saudi serta perseteruan Iran dan Amerika Serikat kian meruncing.

Minyak jenis Brent diprediksi bergerak mencapai level USD103,90 sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh USD91,23.

Presiden Trump menyatakan pemerintah Rusia setuju memasok bahan bakar diesel demi menekan laju inflasi domestik.

Tim analis tersebut turut menyoroti agenda penting pertemuan tahunan ekonomi dunia yang segera berlangsung.

Lembaga International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia menggelar agenda tahunan di Bangkok pada 12-18 Oktober 2026.

Pertemuan berlangsung di tengah situasi tingginya biaya energi dan utang publik, pasar obligasi yang tidak stabil, serta kenaikan suku bunga.

Indeks sentimen konsumen University of Michigan tercatat melemah ke level 46,3 yang merupakan rekor terendah.

Pelaku pasar modal global kini menunggu publikasi laporan World Economic Outlook pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *