PravadaNews – Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta diminta untuk mengoptimalkan anggaran Rp5,7 triliun pada Perubahan APBD 2026.
Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta agar Dinas SDa fokus dalam percepata Program Pengendalian Banjir dan penanganan langsung aspirasi masyarakat.
Ketua Komisi D Yuke Yurike menegaskan, Dinas SDA diminta tidak mengurangi kualitas pelayanan publik dalam kondisi efisiensi anggaran. Apalagi menunda pengerjaan infrastruktur vital, seperti pengendalian banjir.
“Kami harus memastikan apa yang menjadi efisiensi tidak menghambat pekerjaan dari Dinas Sumber Daya Air untuk mengatasi permasalahan yang ada, terutama pengendalian banjir” ujar Yuke dikutip, Jumat (11/9/2026).
Yuke meminta Dinas SDA memastikan ketersediaan dan kesiapan alat operasional. Seperti, alat pengerukan kali skala kecil di permukiman warga.
Termasuk pengerjaan fisik. Mulai dari pengerukan kali, pendalaman saluran air, hingga pemeliharaan waduk dengan perencanaan berlanjut.
“Harapan kawan-kawan, pemerataan dan ketetapan apa yang dikerjakan harus betul-betul melihat urgensi. Walaupun bertahap, secara perencanaan menyeluruh itu harus betul-betul diperhatikan dan menjadi prioritas pelaksanaan,” kata Yuke.
Seluruh jajaran Dinas SDA, lanjut Yuke, wajib siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem. Baik dari kesiapan sumber daya manusia (SDM) maupun infrastruktur penunjang.
“Anggaran yang kita keluarkan pastinya tidak kecil. Kami di DPRD bersama masyarakat akan terus melakukan pengawasan agar anggaran ini betul-betul bermanfaat untuk warga Jakarta,” kata Yuke.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menyatakan, berkomitmen penuh fokus alokasi Rp5,7 triliun penanganan banjir di seluruh wilayah Jakarta.
Pelaksanaan melalui tiga strategi utama. Meliputi, pembangunan polder, pembangunan waduk, pembangunan sungai.
Dinas SDA DKI juga mengedepankan penataan kawasan saluran di pemukiman padat. Lalu, pembangunan jaringan drainase permukiman warga di lima wilayah kota.
Bahkan, mengedepankan penataan kawasan di pesisir pantai. “Jadi itu semua sudah menjadi komitmen kami,” pungkas Ika















