Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setneg)

Beranda / Nasional / Prabowo: Tantangan Pendidikan Kita Besar

Prabowo: Tantangan Pendidikan Kita Besar

PravadaNews – Membangun pendidikan di Indonesia bukan perkara sederhana. Di balik upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terbentang tantangan besar yang harus dihadapi dari Sabang hingga Merauke.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya skala persoalan tersebut, salah satunya melalui jumlah sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki lebih dari 300 ribu sekolah yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan pembangunan pendidikan.

Jumlah tersebut mencakup satuan pendidikan yang tersebar di berbagai daerah dengan kondisi geografis, infrastruktur, serta kebutuhan yang berbeda-beda.

Untuk menggambarkan besarnya skala tantangan tersebut, Prabowo membandingkannya dengan Singapura.

Negara kota itu, menurut Presiden, hanya memiliki sekitar 300 sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Perbandingan tersebut memperlihatkan betapa luasnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Indonesia dalam membangun sistem pendidikan.

Dengan wilayah yang membentang luas dan jumlah sekolah yang jauh lebih banyak, upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pemerataan akses, kualitas pembelajaran, serta ketersediaan sarana dan tenaga pendidik.

Bagi pemerintah, besarnya jumlah sekolah sekaligus menjadi gambaran tentang skala tanggung jawab negara dalam memastikan anak-anak Indonesia memperoleh pendidikan yang layak.

Setiap sekolah berada di tengah kondisi daerah yang berbeda, sehingga kebijakan pendidikan membutuhkan penanganan yang mampu menjangkau kebutuhan dari pusat hingga pelosok.

Tantangan tersebut menjadi salah satu pekerjaan besar dalam agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Di tengah jumlah sekolah yang mencapai ratusan ribu, pemerintah dituntut tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memastikan kualitasnya dapat terus meningkat secara merata.

“Maaf, saya mau kasih perbandingan, negara Singapura punya 300 sekolah, SD, SMP, SMA 300. Indonesia lebih dari 300.000 sekolah,” ujar Prabowo dikutip Kamis (10/9/2026).

Presiden mengatakan, persoalan pendidikan di Indonesia menjadi semakin kompleks karena sekolah-sekolah tidak hanya berada di wilayah perkotaan.

Sebagian sekolah, kata Prabowo, berada di daerah yang sulit dijangkau, seperti kawasan pegunungan dan pulau-pulau terpencil.

“Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh. Jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menjadi konsekuensi dari posisi Indonesia sebagai negara besar.

Luas wilayah dan kondisi geografis Indonesia membuat pemerintah menghadapi persoalan pembangunan dengan skala yang jauh lebih besar.

“Kita banyak kekurangan, kita banyak tantangan. Kita negara sangat besar, ya berarti masalahnya juga masalah besar,” ujar Prabowo.

Meski menghadapi tantangan besar, Presiden menilai Indonesia memiliki modal penting untuk menghadapi masa depan.

Salah satunya adalah persatuan bangsa yang dinilainya semakin kokoh meski Indonesia memiliki beragam perbedaan.

“Dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga, tapi alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu. Berbeda, tapi kita kokoh bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, besarnya tantangan tersebut tidak boleh membuat Indonesia kehilangan optimisme.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia pada masa mendatang.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *