PravadaNews – Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian angkat bicara perihal langkah mahasiswa yang mengikuti kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke semumlah daerah di Indonesia timur saat situasi massifnya aksi demonstrasi dalam satu pekan ini.
Dalam keteranganya, sosok yang akrab disapa lalu itu mengaku sejatinya tak mempersoalkan sikap mahasiswa yang menerima tawaran untuk ikut kunjungan kerja putra sulung dari Presiden RI ke 7 Joko Widodo tersebut.
Meski begitu, Lalu tetap mengingatkan agar ajakan agenda kunjungan kerja itu tidak jadi bahan bakar untuk melunakkan pemikiran kritis dan idealisme mahasiswa dalam rangka mengawasi seluruh program pemerintahan.
“Sikap kritis mahasiswa tidak boleh dihentikan, itu menurut kami. Artinya mahasiswa juga memiliki pikiran terbuka, bisa melihat perkembangan dari program-program pemerintah yang akan dilaksanakan maupun yang sudah dilaksanakan,” kata Lalu dikutip Jumat (19/6/2026).
Lalu juga menekankan keterlibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja pemerintah tersebut tidak boleh menjadi strategi menghilangkan fungsi pemuda sebagai kelompok yang kritis.
Di sisi lain, Lalu juga menanggapi aksi pembubaran forum diskusi yang menghadirkan tiga pejabat tinggi negara di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin malam, 15 Juni.
Lalu berharap kedepan persoalan tersebut dapat diselesaikan secara dialog musyawarah kekeluargaan.
Kendati demikian, menurut Lalu, sikap mahasiswa yang keras untuk membubarkan forum diskusi itu merupakan bentuk representasi ekspresi kemarahan yang muncul karena situasi saat itu.
Oleh karena itu, Lalu pun meminta agar persoalan tersebut tidak perlu diperpanjang, terlebih para pejabat yang hadir telah memahaminya.
“Tapi saya rasa sudah nggak ada masalah kan, Mas Nusron, Mas Daryono, Mas Budiman juga sudah memahami itu,” katanya.
Sementara itu Lalu mengingatkan kepada mahasiswa bahwa kritik perlu disampaikan secara santun dan tetap menjunjung etika.
Lalu menambahkan pesan itu tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa, melainkan kepada pemerintah dan seluruh pihak yang menyampaikan kritik.
“Bukan berarti mahasiswa tidak sopan, mahasiswa tidak santun, enggak. Yang saya maksud adalah semua harus menjunjung tinggi, baik mahasiswa maupun pemerintah,” tutup Lalu.
Sebagai informasi, sebelumnya Gibran telah mengajak sejumlah mahasiswa untuk turut serta mengikuti kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Papua.
Adapun informasi itu terungkap setelah foto-foto Gibran dan para mahasiswa dibagikan Sekretariat Wakil Presiden kepada wartawan.
Salam foto itu tampak sejumlah mahasiswa turut mengenakan jas almamater untuk mengikuti Gibran menaiki tangga pesawat.
Kunjungan kerja tersebut diklaim sebagai bagian upaya pemerintah memperkuat pengawasan dan menyempurnakan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Sejumlah mahasiswa yang ikut dalam rombongan antara lain Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan.
Nama lainya yakni, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, dan Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia.
“Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua,” kata Gibran.















